Cara Mengatasi Kebocoran Dinding Bangunan Gedung Bertingkat

Cara Mengatasi Kebocoran di Dinding Bangunan Gedung Bertingkat – Gedung bangunan bertingkat sewajarnya ingin memiliki sempurna dan indah, dengan segala kerapian baik di interior maupun eksterior. Namun tak jarang kerapian dan kebersihan yang sudah kita usahakan terganggu oleh bercak lembab pada dinding. Kebocoran ini disebabkan oleh molekul air merembes, dan harus segera ditanggulangi agar kondisi dinding tidak semakin rusak.

Namun tentu saja mengatasi rembesan bocor di dinding bangunan gedung bertingkat seperti dinding ruko, dinding hotel, toko, rumah bertingkat, apartemen, rumah sakit, dll tidak bisa asal-asalan dan tentunya tidak mudah karena faktor ketinggian dari suatu bangunan tersebut. Kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi penyebabnya. Baru setelah itu kita dapat melakukan langkah-langkah penanggulangannya.

Kerugian Akibat Kebocoran Dinding Gedung
Beberapa pemilik gedung kadang mengabaikan rembesan yang muncul saat hujan. Padahal, kebocoran dan rembesan dinding dapat menyebabkan macam-macam masalah. Biasanya yang terkena imbas adalah perabotan kayu yang kadang jadi lebih mudah lapuk dan terlihat jelek. Selain itu cat di dinding juga akan ikut pecah, dan akan muncul jamur-jamur putih di dinding yang catnya rontok.

Di kamar mandi, rembesan air dapat menyebabkan adanya bau lembab yang tercium. Kamar mandi pun jadi terkesan kumuh. Jika kebocoran dan rembesan ini terjadi plafon, maka plafon ini dapat lapuk.

Lalu bagaimana caranya mengatasi kebocoran di dinding bangunan suatu gedung?

Rembesan Air Karena Adanya Retak Rambut Dinding salah satu ciri adanya rembesan adalah munculnya retak rambut di dinding bangunan Anda. Retak rambut ini kecil dan nyaris tidak terlihat.

Retak rambut ini terjadi karena unsur pembentuk plesteran yang kurang bersih. Dengan kata lain, saat plester diaduk, masih mengandung tanah dan material lainnya. Atau bisa juga pengadukan semen menggunakan air yang kurang bersih. Penyebab lainnya adalah karena proses pengacian dilakukan saat plester masih agak basah.

Solusi yang bisa Anda lakukan tidak sulit. Perbesar sedikit retak-retak rambut tersebut, lalu tutuplah retakan tersebut dengan plamir tembok. Setelah plamir tersebut mengering sempurna, Anda bisa melakukan finishing.

Rembesan Air Karena Dinding Luar Belum Diplester
Dinding lembab memang paling sering bisa kita temukan pada dinding yang belum terplester. Pori-pori yang belum terplester ini membuat air hujan meresap lebih cepat lewat pori-pori material dinding, menembus dinding dan membentuk pola air (watermark) pada dinding.

Salah satu solusinya adalah memplester dinding luar dengan rasio semen dan pasir 1 berbanding 3. Sebelum diaci, plesteran tersebut harus ditunggu hingga kering total, atau setidaknya 2 minggu setelah diplester.

Beberapa jenis waterproof yang dapat Anda gunakan untuk mencegah kebocoran di dinding rumah, di antaranya:

Antibocor Integral
Antibocor intergral adalah tipe produk yang sudah dicampur dengan adukan beton sebelum dicor. Sehingga, ini dapat juga dikatakan sebagai campuran beton.

Campuran beton dengan produk integral waterproofing akan jadi lebih plastis, tahan air, tidak gampang retak, dan lebih keras, dengan penggunaan air yang dihemat hingga 10%.

Antibocor Jenis Lembaran
Lapisan pelindung waterproof jenis ini umumnya terbuat dari bahan plastik, dengan permukaan yang dilapisi pasir, batu, atau fiber untuk memperkuat strukturnya. Cara pemasangannya tergolong lebih rumit. Langkah-langkahnya yaitu dengan dipanaskan, dibakar/torching, lalu dilaminasi menggunakan lem.

Antibocor jenis Coating/Kuas
Lapisan pelindung waterproof jenis ini adalah yang diaplikasikan ke beton, tembok, atau permukaan lain. Pengaplikasiannya dalam bentuk cairan, dengan cara disapukan menggunakan kuas/coating ataupun spray.

Jika Anda membutuhkan jasa perbaikan kebocoran gedung di Sukabumi dapat menghubungi kami di 0811-2222-059. Kami malayani jasa waterproofing bangunan bertingkat Sukabumi untuk gedung bertingkat seperti hotel, rumah sakit, apartemen, ruko, toko, rumah bertingkat dengan metode rope access (akses tali). Pengerjaan dengan rope access tentunya tidak mengganggu aktivitas pengunjung atau karyawan atau orang yang berada di area bangunan tersebut, berbeda jika pengerjaan menggunakan scaffolding tentunya akan menghabiskan banyak lahan untuk memasang scaffolding tersebut.